Share it

Mengenai Saya

Foto Saya
Pontianak, Kal- Bar, Indonesia
Cerita Cinta; kecintaan dengan; Jesus

Jumat, 12 Agustus 2011

Contoh Wawancara

Beberapa waktu yang lalu saya diperintahkan oleh guru bahasa Indonesia saya untuk mewawancarai seseorang. Nah seseorang yang dapat terpikirkan oleh saya adalah seorang nelayan. Nah jadinye beginilah hasil wawancara saya. ^-^

Nara sumber : Bpk. Syamsudin (Seorang Nelayan)
Lokasi : Benteng

HASIL WAWANCARA

P : Kira- kira sudah berapa alama anda bekerja sebagai nelayan?
J : Saya sudah bekerja sebagai nelayan selama 18 tahun
P : Apakah tidak terlintas dalam pikiran anda untuk berhenti melaut dan mencari
pekerjaan lain?
J : Tidak. Lagian mau bekerja apa lagi? Sekarang cari pekerjaan sangat sulit.
P : Apa motivasi anda menjadi seorang nelayan?
J : Saya menjadi nelayan karna saya sendiri tidak sekolah sehingga sulit untuk
mendapatkan pekerjaan lain
P : Setelah bekerja cukup lama, apa saja kesulitan- kesulitan yang anda hadapi saat
melaut?
J : Adapun kesulitan- kesulitan yang saya hadapi adalah kencangnya angin dan air
pasang yang menyebabkan gelombang tinggi
P : Bagaimana cara anda melihat cuaca saat dilaut dan apa yang akan anda lakuakn
saat cuaca sedang buruk?
J : Dengan melihat keadaan awan, dan jika cuaca sedang buruk biasanya saya akan
langsung kembali ke daratan
P : Kira- kira berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk sekali pergi melaut?
J : Biasanya saya membutuhkan waktu selama 7 - 10 jam, yaitu biasanya saya berangkat
pukul 5 subuh dan biasanya baru pulang saat pukul 13.00
P : Saat anda melaut apakah anda berangkat perseorangan atau berkelompok?
J : Saya biasanya berangkat perseorangan
P : Rute/ jalur/ kemana saja anda biasanya melaut?
J : Saya biasanya melaut mulai dari laut Benteng dan menuju ke laut Tanjung
P : Biasanya ikan apasaja dan berapa banyak ikan yang di dapat?
J : Di rute itu saya bisa mendapatkan lebih dari 100 kg, ikan yang bermacam- macam.
Seperti ikan bulu ayam, ikan pari, ikan malong, ikan jahan, dan udang
P : Cara apa saja yang biasanya anda pergunakan untuk mendapatkan ikan?
J : Saya biasanya menggunakan pukat, jala, dan rawai
P : Apa saja peran pemerintah dalam membantu profesi anda?
J : Pemerintah telah memberikan bantuan yang berupa pinjaman modal berbentuk uang
tunai
P : Kira-kira ada berapa orang di sini yang berprofesi sebgai nelayan seperti anda?
J : Disini ada sekitar 40 orang yang berprofesi sebagai nelayan

Ringkasan/ Rangkuman :
Salah satu narasumber yang dapat kami mintai untuk wawancara mengatakan bahwa ia telah melaut selama 18 tahun. Alasan mengapa mereka memilih profesi sebagai nelayan adalah karna mereka tidak berpendidikan. Karna mereka tidak berpendidikan sehingga merekapun sulit mencari pekerjaan yang lain.
Nelayan yang ada disini rata- rata pergi melaut selama 7 – 10 jam. Mulai dari Pagi hari (Subuh) sampai pada siang hari/ sore hari. Selama menjadi nelayan ia telah menghadapi berbagai macam kesulitan dikarenakan faktor bahan bakunya sendiri. Bahan baku yang dimaksud adalah seperti jala, pukat, rawai, solar, bahan baku kapal, dan lain sebagainya. Dan kesulitan lain yang mereka hadapi adalah dengan adanya berbagai macam kesulitan alam yaitu angin kencang serta tingginya gelombang. Yang karenanya, kadang- kadang mereka dipaksa untuk cepat kembali ke darat untuk menghindari musibah dilaut .
Jalur atau rute yang sering diambil oleh para nelayan disana adalah melaui laut benteng menuju ke laut tanjunga yang diharapkan bisa mendapakan ikan yang banyak.
Dalam sehari mereka bisa mendapakan kurang lebih 100 kg ikan dengan berbagai macam jenis dan ukuran.
Peran serta pemerintah bagi para nelayan yaitu dengan adanya bantuan pemerintah dalam bentuk pinjaman modal kepada para nelayan. Pinjaman modal tersebut adalah berbentuk uang tunai yang diberikan melalui cara dan prosedur yang telah disepakati.

Tidak ada komentar: